PERAN PENYELIDIK DAN PENYIDIK DALAM PENANGANAN PERKARA PIDANA

kpkOleh : Riandy Syarif

Beberapa saat lalu kita disajikan oleh pemberitaan upaya Kepolisian untuk menangkap seorang penyidik senior  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang berasal dari Kepolisian, yang tersangkut masalah hukum yang pernah menjerat saat yang bersangkutan masih menjabat Kasat Reskrim di Kepolisian Resor salah satu daerah. Sempat terjadi pengepungan Kantor KPK oleh Kepolisian saat akan menangkap penyidik tersebut, dan pihak KPK berusaha agar si penyidik ditangguhkan proses penyidikannya dikarenakan banyak kasus yang masih ditangani oleh penyidik tersebut dan juga dikarenakan minimnya jumlah penyidik yang dimiliki KPK. Dalam beberapa keterangan pers yang diberikan oleh pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sering terdengar keluhan bahwa saat ini KPK sangat memerlukan tenaga penyidik dalam jumlah yang banyak, kondisi rasio penyidik dengan kasus yang tak seimbang menyebabkan terlontar pernyataan ini. Dampak lainnya adalah terhambatnya pelimpahan kasus yang sedang diselidiki oleh KPK.

Bagi masyarakat awam, istilah penyidik KPK sangat familiar terdengar, padahal dalam proses pemberantasan korupsi khususnya penanganan perkara pidana, tidak semata hanya tenaga penyidik yang terlibat, dimana sebelum penyidik bekerja, ada tahap selidik yang dilaksanakan oleh penyelidik. Oleh karena itu, secara umum tahapan dalam penanganan perkara pidana adalah sebagai berikut :

  1. Tahap Penyelidikan
  2. Tahap Penyidikan
  3. Tahap Penuntutan
  4. Tahap Persidangan
  5. Tahap Pelaksanaan Putusan Hakim

Dari tahapan diatas, tergambar wilayah tugas antara penyelidik dan penyidik, antara Jaksa dengan Hakim. Tahap penyelidikan itu wilayah tugas milik Penyelidik, dimana seorang penyelidik mencari dan menemukan suatu peristiwa yang diduga merupakan tindak pidana guna menentukan dapat atau tidaknya dilakukan penyelidikan. Penyelidik dalam tugasnya juga merima laporan atau pengaduan adanya dugaan Tindak pidana, lalu memprosesnya dengan mencari keterangan dan barang bukti yang bisa dijadikan dasar untuk meningkatkan ke tahap penyidikan.  Atas perintah dari penyidik, penyelidik dapat melakukan tindakan berupa penangkapan, pemeriksaan, pencekalan, penggeledahan  dan penyitaan serta membawa dan menghadapkan seseorang kepada penyidik. Jadi jelas bahwa tindakan penyelidik itu atas dasar persetujuan atau permintaan penyidik. Jika dalam penyelidikan ditemukan dua alat bukti, maka penyelidik dapat membawa hasil pemeriksaan tersebut ke Tahap Penyidikan. Dalam struktur KPK, Penyelidik banyak melibatkan Auditor BPKP dan BPK yang dipindahtugaskan sementara ke KPK. Sedangkan diluar KPK, Kejaksaan dapat meminta BPK atau Aparat Pengawas Intern Pemerintah yaitu BPKP dan Inspektorat untuk melakukan penyelidikan, salah satunya yaitu menghitung kerugian Negara. Oleh karena itutahap penyelidikan bukanlah tahap untuk memvonis ada atau tidaknya tindak pidana, namun masih pada tahap dugaan/ indikasi yang kuat berdasar dua alat bukti, sedangkan penetapan adanya tindak pidana and tersangka dilakukan oleh penyidik.

Tahap penyidikan adalah tahap kelanjutan dari penyelidikan yang dilakukan, dimana berdasarkan bukti (Minimal 2 bukti) penyelidikan dillakukan tindakan untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang dengan bukti itu membuat terang tentang tindak pidana yang terjadi dan guna menemukan tersangka. Disini ada dua jenis alat bukti, yaitu alat bukti audit yang diperoleh pada tahap penyelidikan dan bukti hukum yang diperoleh saat penyidikan, bukti audit tidak langsung bisa dijadikan bukti hukum, seperti bukti dokumen bukan merupakan bukti hukum, namun bisa diarahkan kepada alat bukti surat jika penyidik memandang itu relevan, atau Laporan Hasil Audit bisa dijadikan Keterangan Ahli. Jika penyidik telah mengumpulkan minimal 2 alat bukti, diantaranya Keterangan saksi, keterangan ahli, bukti surat, petunjuk dan keterangan terdakwa,  maka penyeidik menyerahkan hasil penyidikannya kepada penuntut umum agar meningkat kepada tahap penuntutan dan seterusnya.

Iklan

Tentang riandysyarif

Saya orang yang simple dengan ide yang simple demi tujuan yang luar biasa
Pos ini dipublikasikan di Auditor. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s