ZAKAT INSTRUMEN EKONOMI KERAKYATAN

Oleh : Riandy Syarif

Masalah ekonomi merupakan persoalan mendasar dibanding permasalahan lain, karena bagaimanapun juga manusia akan terus bersaing dalam memenuhi kebutuhan dan sumber kehidupan lainnya. Karena itu, ekonomi merupakan salah satu faktor terpenting yang berpengaruh terhadap stabilitas suatu pemerintahan. Salah satu problem ekonomi yang sering dihadapi banyak Negara berkembang adalah masalah kemiskinan, yang menjelma menjadi problematika sosial dan politik suatu Negara.

Sejak 14 abad lalu, zakat merupakan salah satu instrument yang dianggap mampu mengatasi krisis ekonomi masyarakat, karena zakat, infaq dan shodaqoh merupakan ajaran islam yang potensial untuk dikembangkan dalam kerangka pemberdayaan ekonomi islam. Allah berfirman dalam Surat At-Taubah ayat 60 :

”Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir miskin, pengurus (‘amil), para mu’allaf yang dibujuk hatinya untuk memerdekakan budak, orang-orang yang berhutang di jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”

Zakat disamping berdimensi ke-Tuhanan juga berdimensi kemasyarakatan untuk delapan golongan orang yang berhak menerima zakat. Akan tetapi, penyaluran zakat memerlukan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan manajemen yang lebih mapan untuk mencapai efisiensi dan efektifitas dalam mencapai tujuan dari zakat itu. Dalam pelaksanaannya, zakat memiliki efek domino dalam kehidupan masyarakat, terutama dalam mengentaskan kemiskinan. Disamping itu, aplikasi zakat dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi sosial masyarakat, dimana secara teoritis, alokasi zakat terhadap masyarakat kecil akan meningkatkan pendapatan dan konsumsi mereka.

Dari segi potensi, Indonesia memiliki potensi zakat yang besar  berkisar antara Rp. 7,3 – Rp.9 Trilyun/ tahun, dengan jumlah penduduk yang lebih dari 200 juta jiwa dimana 88% nya adalah muslim,zakat dapat menjadi salah satu sumber dana yang bisa mengangkat perekonomian rakyat. Jika melihat dari potensi zakat yang besar itu, maka dapat dikatakan bahwa zakat bermanfaat untuk membantu pemerintah dalam usaha mengurangi kemiskinan dan kesenjangan sosial, karena dengan mengambil harta yang dimiliki orang-rang yang memiliki kelebihan harta dan didistribusikan kepada kaum fakir merupakan bukti nyata dari peranan zakat dalam membangun kerbersamaan dan kepedulian sosial. Namun jika kita lihat masih banyak pengelolaan zakat yang kurang maksimal, salah satunya terlihat dari “aktifitas” Unit Pengumpul Zakat yang sibuk hanya disaat bulan Romadhon dimana  Seharusnya UPZ harus tetap aktif menggerakkan masyarakat utnuk berzakat sepanjang tahun.

Dengan berbagai manfaat dan potensi yang dimiliki, maka sudah seharusnya zakat dikelola dengan cara yang baik dan profesional. Di Indonesia terdapat banyak organisasi pengelola zakat diantaranya :

  1. Badan Amil Zakat Nasional yang merupakan organisasi zakat milik pemerintah yang terdapat perwakilan pada setiap Provinsi dan Kabupaten/ Kota di Indonesia.
  2. Lembaga Amil Zakat (LAZ) yaitu organisasi pengelola zakat yang didirikan secara mandiri dan profesional oleh kelompok masyarakat/ swasta, seperti Rumah Zakat, Dompet Dhuafa, Pos Keadilan Peduli Ummat, Dompet Peduli Ummat Da’arut Tauhid dan lainnya, dimana LAZ tersebut telah memiliki cabang yang tersebar di seluruh Indonesia. Untuk lokal Kalimantan Barat, LAZ yang ada seperti Dompet Ummat, TPU Al-Mumtaz dan LAZ LAbinas serta UPZ-UPZ yang ada pada setiap masjid.

Untuk menarik simpati dan kepercayaan masyarakat, maka organisasi zakat harus sanggup bekerja secara professional sehingga akan memberikan kesan bahwa organisasi zakat bukanlah organsiasi peminta-minta, melainkan organisasi professional yang menghimpun dan menyalurkan dana dari masyarakat yang dikelola secara amanah dan terpercaya. Kita sebagai ummat islam dan makhluk sosial, sudah seharusnya peduli pada sesama, ayo kita infaqkan sebagian harta kita, karena dalam harta kita ada hak mereka yang kesulitan dalam menjalani hidup. Dan setiap harta yang di infaqkan karena Allah, tidak akan mengurangi sedikit pun harta kita, Insyaa Allah.

Iklan

Tentang riandysyarif

Saya orang yang simple dengan ide yang simple demi tujuan yang luar biasa
Pos ini dipublikasikan di Economic. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s