HNP/Syaraf Terjepit Menjepit Kelalaianku

Hasil gambar untuk hnp syaraf terjepit

HNP (Herniated Nucleous Pulposus) atau biasa disebut syaraf terjepit adalah adanya penonjolan inti dari diskus yang menjadi bantalan tulang belakang sehingga penonjolan tersebut menekan saraf sebagai akibatnya timbullah rasa sakit, kesemutan, dan kelemahan pada anggota gerak yang terjepit, bisa punggung, pinggang, lengan atau tungkai. rasa sakitnya luar biasa dan menjalar kemen-mana, sehingga tidak heran banyak yang mengeluh, bahkan konon katanya penyakit ini tidak bisa sembuh dan bersifat kambuhan.

Tahun 2006, saat usia saya 20 tahun, untuk pertama kalinya saya merasakan syaraf terjepit,saya sebut ini HNP Jilid I. Penyebabnya posisi badan yang kurang tepat saat menahan motor yang mau jatuh, kondisi ini terjadi berkali-kali sehingga akhirnya berdampak pada ngilunya pantat sampai betis sebelah kiri. Saya ingat saya itu setiap bangun tidur, saya mesti duduk agak lama baru dilanjutkan dengan berdiri, namun kondisi ini masih tidak menggangu aktifitas keseharian yaitu kuliah dan berorganisasi. Atas saran orang tua, saya menjalani pengobatan urut syaraf di Sintang, percaya-tidak percaya seketika di urut langsung sembuh, tadinya tidak bisa rukuk dengan kaki lurus, tapi setelah di urut jadi bisa. Sembuhnya ini cuma bertahan beberapa hari saja, diakibatkan posisi yang salah saat mengangkat Galon berisi Air, penyakit ini kambuh lagi, dana parahnya walaupun sudah diurut tetap saja sakit. Saya pun memutuskan ganti tukang, urut, tapi bukannya sembuh, malah tambah sakit. Akhirnya saya berkonsultasi dengan dokter spesialis syaraf dan di anjurkan untuk fisioterapi. Tiga bulan saya difisoterapi, belum ada perkembangan yang berarti, tapi saya harus pindah kerja ke Sintang sehingga terpaksa berhenti fisioterapi.

Seiring perjalanan waktu, rasa sakit pada pantat dan betis kiri ini sembuh, saya menduga Allah memberi kesembuhan ini diakibatkan gerakan sholat. Wallahu a’lam. Cobaan datang pada tahun 2012, dimana di saat itu saya mendorong motor dan mobil yang amblas di jalan tanah, akibat posisi yang salah rasa nyeri itu muncul tiba-tiba pada bagian pantat dan betis kanan, saya sebut ini HNP Jilid II. Rasa sakit kali ini sungguh dahsyat, saya merasakan sakit yang luar biasa saat berbaring, duduk dan berdiri. Subhanallah…. Biasanya efek sakit terasa beberapa hari kemudian setelah kejadian penyebab syaraf terjepit. Bebebraoa malam saya tidak bisa tidur dikarenakan menahan rasa sakit, anehnya sakit terasa saat sore menjelang malam. Menurut dokter, malam kondisi syarat kaku dan mengeras, sehingga berpengaruh pada rasa sakit. Akibat trauma terbaring tidak bisa bangun, mulai jam 4 sore sampai jam setengah 6 sore, saya olahraga jalan kaki mengitari ruangan di rumah, olahraga itu saya lanjutkan selepas maghrib dan isya sampai jam 10 malam, dengan jeda untuk sholat, amndi dan makan..!!! Alhamdulillah setelah olahraga saya bisa tidur nyenyak.

Sampai beberapa saat, HNP saya hanya terasa sedikit saja sakitnya, perlu diingat pantang sekali penderita HNP tidur di atas kasur yang empuk atau mengangkat beban berat dengan posisi membungkuk. Otomatis dari kambuhnya HNP jilid II sampai menjelang kambuhnya HNP Jilid III, saya tidur di kasur yang rata, namun masih sering lupa menjaga posisi badan. Tidak heran, saat mengikuti diklat di Ciawi, saya malah tidur dikasur spring bed, bisa ditebak sepulang dari diklat, yaitu April 2015, HNP Jilid III menyapa saya. Subhanallah… sakit sekali, tapi disini saya mulai browsing tentang penyakit ini. Banyak sekali pengobatan-pengobatan baik dari medis sampai alternative di anjurkan. Saya sadari setiap orang beda cara sembuhnya, tergantung Allah. Ada yang cocok, chiropractic, Totok Syaraf, Akupuntuir, Operasi dll, nah saya tertarik untuk mencoba terapi renang. Akibat membaca tulisan seorang dokter yang hampir di operasi namun batal gara-gara renang, saya pun memutuskan untuk renang. Memang renang bukan penyembuhan instan (Insyaa Allah), namun progress nya begitu terasa untuk saya, oleh karena itu saya rutin renang2 hari sekali sampai sekarang. Daritulisan di internet saya ketahui bahwa renang ini harus terus dilanjutkan, walau sakitnya sudah hilang.

Banyak sekali hikmah yang saya dapatkan diantaranya yang pertama, saya semakin meyakini bahwa saya begitu lemah di hadapan Nya, syaraf kecil saja terjepit membuat saya tidak bisa apa-apa, selama ini saya lalai mengingat Nya. Kedua, selama ini saya lalai olahraga, sehingga dengan HNP ini saya jadi lebih teratur berolahrga khususnya renang, bahkan kemampuan renang saya semakin baik. Ketiga, Saya lalai mensyukuri nikmat sehat, sehingga saat sakit betapa nikmat sehat itu sangat-sangat-sangat tak terbeli. Begitu besar anugerah dan teguran halus Nya untuk menyadarkan saya, Masyaa Allah…

Iklan

Tentang riandysyarif

Saya orang yang simple dengan ide yang simple demi tujuan yang luar biasa
Pos ini dipublikasikan di Kaca Mata. Tandai permalink.

Satu Balasan ke HNP/Syaraf Terjepit Menjepit Kelalaianku

  1. Dwi Juliani berkata:

    aku juga sudah mngalami HNP sejak 3 tahun lalu, sudah coba brbgai terapi & pngobatan. dari medis, alternatif sampai supranatural, tp blm sembuh. nnti aku akan mncoba renang, mudah2an ada perubahan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s