Cinta Datang Terlambat….

Oleh : Riandy Syarif

Adakalanya kita merasa tidak menyukai sesuatu atau seseorang, yang mana kita akan berusaha menghindari sejauh mungkin hal-hal yang kurang kita sukai itu. Bisa jadi rasa kurang suka ini berasal dari kurang minat nya kita terhadap sesuatu seperti disiplin ilmu atau terkait sikap seseorang yang membuat kita menyimpan rasa sakit hati yang berkepanjangan. Seperti saat sekolah, yang menyukai pelajaran matematika mungkin tak sebanyak yang menyukai pelajaran menggambar, bahkan ada meme ungkapan bahwa “Ingin kembali ke masa kecil, dimana masalah terbesar hanyalah PR Matematika”. Ini manusiawi karena kita makhluk yang punya perasaan, lebih dalam dari sebuah logika, bahkan mengalahkan logika. Coba lihat ada seseorang di Bis Kota yang rela berdiri demi memberikan tempat kepada seorang nenek tua, atau seseorang yang rela berkorban donor ginjal demi pasien yang tak dikenalnya. Secara logika itu sangat bodoh, kita membayar tiket bis untuk duduk dan menikmati perjalanan tapi malah diberikan kepada orang lain, atau dengan mendonorkan ginjal akan membuat hidup kita terganggu bahkan menyebabkan kematian. Tapi inilah perasaan, empati dan kepedulian yang akhirnya mengalahkan logika berpikir.

Allah berfirman dalam Surat Al-Baqoroh :

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)

Rosulullah Salallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda :

Cintailah orang yang kamu cintai sekadarnya. Bisa jadi orang yang sekarang kamu cintai suatu hari nanti harus kamu benci. Dan bencilah orang yang kamu benci sekadarnya, bisa jadi di satu hari nanti dia menjadi orang yang harus kamu cintai.” [HR. At-Tirmidzi no.1997 dan dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani
dalam Shahih Al-Jami’ no. 178]

Dari Firman Allah dan Hadits di atas menunjukan bahwa rasa benci terhadap sesuatu itu jangan berlebihan, sampai-sampai membawa dendam kesumat dan paranoid berlebihan, karena kehidupan di depan masih misteri, sehingga kita tak tahu sesuatu yang kita benci itu apakah akan menjadi sesuatu yang harus kita cintai dikemudian hari.

Dulu, saya sangat kurang menyukai displin ilmu yang berhubungan dengan Undang-Undang, Peraturan, Pasal-Pasal, dan segala hal-hal yang berbau aturan yang kaku bahasa dan interpretasinya. Begitupula dengan disiplin ilmu statistik yang menurut saya tidak menarik, sampai-sampai dalam menggunakan alat analisis pada Skripsi dan Thesis, saya tidak menggunakan analisis statistik, seperti regresi, korelasi dll. Hehehehe……. Tapi Qodarullah saat lulus kuliah, saya bekerja pada instansi yang Tupoksi nya tidak terkepas dari Peraturan Perundang-Undangan, dari Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Presiden, Peraturan Menteri, Peraturan Daerah,Peraturan Bupati, Surat Edaran dan lainnya. Mau tidak mau saya “terpaksa” harus mencintai dan bergelut dalam dunia penuh Peraturan. Begitu pula dengan ilmu statistik, saat diberikan kesempatan mengajar sebagai dosen tamu, saya diberi amanah untuk mengajar Mata Kuliah Statistik 2, mata kuliah yang tidak saya minati dulu malah harus diminati bahkan mengajarkannya lagi. Wah… saya sangat tidak ingat akan statistik kecuali rambut sulah dosen yang mengajarnya hehehe (maaf pak), atau cover buku statistic jilid 1 tulisan Anto Dajan yang warna oranye…. Astaghfirullah

Akibat sikap saya dulu, saya harus memulai dari awal lagi, yaitu langkah awal agar saya menguasai kedua ilmu itu, saya wajib “MENCINTAI” nya. Karena jika tidak cinta, bagaimana saya bisa bertahan dengan kondisi ini. Ini menjadi sebuah pelajaran, bahwa jangan sekali-kali kita tidak menyukai sesuatu sampai-sampai kita menghindarinya, karena bisa jadi kita akan terpaksa menyukainya di masa akan datang. Akibat kondisi ini, akhirnya saya mulai mencintai peraturan dan hal-hal yang berhubungan dengan statistik, walaupun tetap rugi akan waktu yang sudah berlalu akibat CINTA YANG DATANG TERLAMBAT….

Iklan

Tentang riandysyarif

Saya orang yang simple dengan ide yang simple demi tujuan yang luar biasa
Pos ini dipublikasikan di Kaca Mata. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s