BUKAN REVIEW ; BUKU CHAIRUL TANJUNG SI ANAK SINGKONG

ct

 

Oleh : Riandy Syarif

Saat ini saya ingin mengomentari buku-buku yang pernah saya baca, dibiang review juga bukan karena mungkin saya tidak memahami bagaimana teknik review sebuah tulisan, oleh sebab itu judul diatas saya tulis “Bukan Review”. Kali ini saya ingin mengomentari sebuah buku biografi yang judulnya “Chairul Tanjung si Anak Singkong”, buku biografi ini saya pinjam dari teman kantor, dimana disaat itu sedang hangatnya perpolitikan menjelang pilpres 2014 sehingga tidak heran jika banyak pihak yang menghubung-hubungkan Chairul Tanjung dengan pencalonan presiden R.I, namun faktanya ternyata tidak juga walaupun Chairul Tanjung sempat mengikuti konvensi capres via Partai Demokrat. Buku ini berwarna kuning dan bergambar foto Chairul Tanjung berpeci hitam, seolah tersirat pesan bahwa inilah sosok sederhana berjiwa nasionalis.

Sebenarnya saya pawa awalnya tidak mengenal siapa itu Chairul Tanjung dan apa pekerjaannya, namun saya baru tahu sejak membaca buku ini. Chairul tanjung atas biasa dipanggil CT itu pengusaha sukses owner Trans Corp sebuah grup bisnis diantaranya TransTV, Trans7, Bandung Trans Mall (dulu Bandung Super Mall) yang didalamnya ada wahana bermain Trans Studio, Bank Mega, pemilik sahan carefour Indonesia dan lain-lain. Walaupun sekarang kehidupan CT penun kesuksesan,  namun ternyata suksesnya CT itu juga diselingi kisah sedih dan kesuksesan, oleh sebab itu judl buku ini “si Anak Singkong”. Awalnya saya kira anak singkong itu adalah sebutan bagi anak petani, namun ternyata istilah anak singkong itu adalah sebutan untuk anak penghuni kawasan kumuh di Jakarta.

Buku terdiri dari tiga fase, yang pertama yaitu fase kanak-kanak hingga remaja, disini diceritakan bagaimana masa kecil CT hingga SMA. Ternyata dulunya ayah nya CT adalah seorang pengusaha pemilik Showroom, namun bangkrut dikemudian hari, sehingga awalnya CT adalah anak dikalangan keluarga yang berkecukupan bahkan kaya, namun taqdir berbalik menjadi hidup susah. Kesulitan hidup itu tergambar bagaimana CT walaupun hidup sulit tapi tidak mau menerima sumbangan di saat menjelang Idul Fitri, bahakan CT kecil sampai menjelang subuh menanti ayahnya di ujung Gang pulang bekerja membawa Zakat fitrah yang nanti akan disumbangkan untuk fakir miskin, dan betapa girangnya CT kecil saat Ayahnya membawa pulang uang yang bissa disumbangkan untuk fakir miskin. Luar biasa, tidak heran jika acara Trans TV dan Trans 7 diisi oleh program sosial seperti program Orang Pinggiran dan Jika Aku Menjadi. Namun jangan salah sangka, ternyata CT remaja cukup nakal, hobinya berkelahi heheh tapi seperti itulah anak laki-laki apalagi daerah kumuh.

Fase kedua, yaitu saat CT menginjak masa kuliah,disini CT aktif di kegiatan keorganisasian dan juga bisnis. Dalam buku  ini CT menceritakan bagaimana dia aktif dalam pergerakan mahasiswa hingga berdemo, dimana pada masa itu masa represif, yang demo bisa dibinasakan oleh reim yang berkuasa di masa itu. Selain aktif dalam pergerakan mahasiswa, CT juga mengasah insting bisnisnya, dengan mendirikan Jasa Fotocopy yang harganya miring. Sebenarnya aneh juga, CT itu kuliah di Jurusan Kedokteran Gigi, namun saat ini hampir tidak terlihat bisnis yang dimilikinya yang berkaitan langsung dengan dunia medis. Fase Ketiga dalah masa jatuh bangunnya CT membangun dan mengelola usaha hingga sukses saat ini, ribuan karyawan yang dapurnya mengepul asap melalui bisnisnya CT dan ribuan orang yang menyambungkan hidup melalui gerakan sosial yang dibangunnya. Ada salah satu cerita, dimana CT mengundang guru-guru SMA nya dulu ke Gedung Tower Bank Mega, betapa bangga seorang guru melihat muridnya menjadi Orang sukses.

Buku ini pantas untuk dibaca bagi orang yang masih haus figure pengusaha sukses, berbeda dengan buku motivasi atau trik bisnis lainnya, buku ini benar-benar menceritakan pengusaha yang telah membuktikan ketangguhan dalam berbisnis. Sedangkan buku motivasi bisnis lainnya terkadang ditulis oleh orang baru berusaha sedikit agak sukses lalu sibuk berbagi motivasi-motivasi yang agak delebih-lebihkan, bahkan sering kali follow up dari buku motivasi bisnis itu adalah seminar dan training yang disertai “harga” yang harus dibayar. Artinya buku motivasi bisnis dan seminar bisnis itulah salah satu usahanya, sedangkan pengusaha sukses sekaliber Chairul Tanjung, terlalu sibuk mengelola bisnisnya hingga tak sempat mengisi seminar dan training motivasi.

Selain sukses berbisnis, CT juga memberikan kontribusi pada pemerintah dengan menjadi ketua Komisis Ekonomi Nasional (KEN), yang tugasnya memebantu Presiden dalam mempercepat pembangunan perekonomian nasional, melakukan pengkajian permasalahan perekonomian, dan menyampaikan saran tindak strategis dalam rangka percepatan pembangunan nasional. Dalam buku ini disajikan Seorang Dokter Gigi berjiwa aktifis pengusaha sukses yang memiliki paradigma birokrat, hehehe bingung kan? Tapi itulah CT. namun satu hal yang belum dilakukan CT yaitu berpolitik, dalam buku ini CT menyatakan tidak akan menjadikan buku ini sebagai upaya untuk mencalonkan diri sebagai capres. Walaupun sempat terlihat pada bursa capres Partai Demokrat, namun CT tetaplah bukan orang yang berpolitik praktis hingga hari ini.

Buku ini menarik, karena kita melihat realitas kehidupan pengusaha sukses yang peduli dengan agama dan masalah sosial. Kita bisa katakan bahwa menjadi sholih, memberi dan memperjuangkan hak-hak orang lain tidak menghentikan kita dari kesusksesan. Karena sukses adalah saat kita mampu mengantar orang lain menjadi sukses.

 

**Riandy Syarif*

Iklan

Tentang riandysyarif

Saya orang yang simple dengan ide yang simple demi tujuan yang luar biasa
Pos ini dipublikasikan di Kaca Mata. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s