Dosen Praktisi-Akademisi-Birokrat

Dunia pendidikan adalah hal penting bagi kemajuan suatu peradaban suatu bangsa, tidak dipungkiri jika semakin baiknya kondisi sitem pendidikan suatu Negara/ daerah akan berdampak pada kualitas manusia dan lingkungan sosial, politik dan ekonomi di wilayah tersebut. Namun konon katanya pendidikan di Indonesia lebih berfokus pada IQ. Sering kita dengar penyataan bahwa Inteligen Question (IQ) itu hanya 20% memberikan kontribusi pada kesuksesan, sedangkan 80% nya tergantung Emotional Question (EQ). Entahlah ini apa hanya sebuah kalimat penghibur yang IQ nya rendah, namun harus kita akui bahwa dunia masih memerlukan orang ber-IQ tinggi,namun terkadang semakin tinggi IQ seseorang maka kesan sombong nya semakin kelihatan hehehe. Tapi IQ dan EQ adalah hal penting yang harus dimiliki, apalagi ditambah SQ atau Spiritual Question.

Alhamdulillah saya diberikan kesempatan untuk mengenyam pendidikan Pasca sarjana, Tahun 2010 saya tertarik untuk mengambil Magister Ilmu Ekonomi di UNTAN. Walaupun S1 saya adalah Manajemen, namun untuk S2 saya tertarik untuk menempuh jurusan yang berbeda, karena menurut saya ilmu manajemen di S1 dengan S2 tidak jauh berbeda. motivasi saya untuk menempuh kuliah pascasarjana ada dua, pertama berhubungan dengan karir saya di PNS dan yang kedua saya ingin bisa sambilan mengajar di perguruan tinggi. Qodarullah, saat ini saya telah diterima menjadi Dosen Luar Biasa pada Universitas Muhammadiyah Pontianak Kelas di Luar Domisili di Sintang, yang sedang dalam tahap merintis untuk menjadi Universitas Muhammadiyah Sintang. Sebenarnya pada tahun 2012 saya sempat menjadi staf pengajar di Universitas Muhammdiyah Pontianak kelas Sintang, namun karena masih minimnya sarana dan prasarana serta SDM khususnya tenaga dosen, maka masa-masa awal seluruh dosen berasal dari Unmuh Pontianak. Sehingga praktis, setelah satu kali mangajar, saya langsung dirumahkan huehehehe…..

Tidak menyerah sampai disitu, saya coba masukkan lamaran lagi untuk mendaftar menjadi dosen. Sekedar flash back, saya sudah 4 (Empat) kali melamar menjadi dosen di Unmuh, dan tahun 2014 adalah yg keempatnya. Atas izin Allah, Bapak Ahmad Sutarmin selaku pengelola Unmuh Kelas Sintang memberikan saya kesempatan untuk saya mengajar walau tertunda setahun. Setahun tanpa pemberitahuan ini telah membuat saya lupa akan minat saya menjadi dosen, saya mengira lamaran saya ditolak lagi. namun pada akhir Agustus 2015, saya dihubungi untuk mengajar.

Banyak kampus swasta yg menolak PNS di instasi selain Dikti utk menjadi dosen tidak tetap/dosen luar biasa di lingkungannya, padahal aturan dikti hanya melarang status PNS menjadi dosen tetap jika masih aktif di instansi lain, namun diperbolehkan bagi PNS selain Dikti untuk menjadi Dosen Tidak Tetap/ Luar Biasa. Menurut saya, seorang akademisi dengan seorang praktisi memiliki perbedaan ilmu, akademisi dengan teori dan risetnya sedangkan praktisi dengan pengalaman dilapangan yg seringkali berbeda dengan teori. keduanya sangat penting utk memperkaya ilmu di perguruan tinggi. Ibarat training bisnis, pasti akan berbeda kesan dan materi yang disampaikan antara pengusaha dengan dosen kewirausahaan,tentu saja setiap praktisi akan berbicara ilmu yag telah diaplikasikan disertai dengan tips tips bisnis dan pastinya akan berbeda setiap pengusaha. Sebagai contoh bagaimana seorang Purdi Chandra owner Primagama yang memberikan tips memulai usaha yang diibaratkan “masuk kamar mandi”, atau seorang Bob Sadino yang mensyaratkan jika ingin berbisnis maka harus jadi orang bodoh dulu. Yah itulah praktisi, penu warna, simple, namun teruji.

harusnya, perguruan tinggi mempertimbangkan para praktisi ikut dilibatkan dalam dunia pendidikan. Selain praktisi di dunia professional, perguruan tinggi juga perlu mempertimbangkan tenaga pengajar dari kalangan PNS, kenapa? Karena seluruh disiplin ilmu akan bersinggungan dengan kebijakan Pemerintah, birokrasi dan politik. Sehinga ketika tenaga pengajar juga melibatkan PNS aktif akan menjadikan perkuliahan menghadirkan kondisi riil yang sesungguhnya. Hehe ini sebuah ambisi pribadi sepertinya…

Misalnya, Fakultas Hukum akan semakin baik dan sempurna ketika dosennya ada dari kalangan hakim, jaksa, lawyer, penyidik polri atau KPK atau notaris. Karena merekalah praktisi sesungguhnya yang paham kondisi riil dilapangan. Mungkin dosen yang bukan praktisi belum pernah secara langsung menangani perkara hukum, seperti melakukan penyidikan atau menangani perkara klien.

Saya berharap suatu hari nanti ada aturan yang mengatur persentase jumlah tenaga pengajar dari dari luar pihak akademisi, misalkan 80% untuk dosen tetap/ akademisi, 15% untuk Dosen praktisi yang berhubungan dengan disiplin ilmu dan 5% untuk dosen  dari kalangan PNS, sehingga dunia pendidikan Indonesia mampu menyajikan teori aplikatif (istilah apalagi ini?) yang akan sangat membantu para lulusan perguruan tinggi saat memasuki dunia kerja. Yakinlah. Tulisan ini hanya sebuah ego pribadi yang ingin menjadi dosen tapi belum bisa huehehehehe….. kenapa sih saya ingin sekali menjadi dosen? Saya ingin membuat waktu saya lebih produktif, seperti

  1. Suatu Prestise (Entah kenapa saya kagum dgn profesi ini)
  2. Menambah penghasilan;
  3. Menambah ilmu;
  4. Menambah pengalaman;
  5. Menambah relasi dan teman;
  6. Menambah angka kredit auditor hehehe;
  7. Mengurangi tidur.

Mendidik itu adalah urusan setiap insan yang wajib mendidik dirinya sendiri, setiap orang tua yang mendidik anak-anak nya, setiap suami yang mendidik istrinya, setiap kakek dan nenek yang mendidik cucunya, dan setiap pemimpin yang mendidik rakyatnya…. Karena itu, pendidikan adalah kunci kejayaan suatu bangsa

Jaya Pendidikan…..

Jaya Indonesia ku….

Iklan

Tentang riandysyarif

Saya orang yang simple dengan ide yang simple demi tujuan yang luar biasa
Pos ini dipublikasikan di Kaca Mata. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Dosen Praktisi-Akademisi-Birokrat

  1. Arifin berkata:

    Sangat setuju……………………..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s