MENGENAL PERBEDAAN BANK SYARIAH DAN KOPERASI SYARIAH

Oleh : Riandy Syarif

Hari ini saya mau menulis tentang sesuatu yang sebenarnya kurang saya pahami, ini gara-gara adik ipar yang lagi galau kebingungan buat tugas hehehehehe. untuk referensi tambahan, saya coba menulis perbedaan bank Syariah dan Koperasi Syariah. walaupun saya sadar, ini adalah tulisan yang (lagi-lagi) saya nyatakan kurang bermanfaat. Mohon hati hati membacanya dan dipikirkan kembali sebelum terlambat, karena bisa berakibat fatal dan juga Mohon jangan mempercayai tulisan ini, karena saya sebagai penulis nya pun tidak percaya atas kebenaran tulisan ini….hehe selamat membaca….. 🙂

Dewasa ini pertumbuhan Bank Syariah dan Lembaga Keuangan Non Bank yang berbasis syariah semakin meningkat, ini terlihat dari semakin bertambah banyaknya bank konvensional yang menawarkan produk syariah atau Unit syariah. Berdasarkan data Statistik Perbankan Syariah yang bersumber dari bank Indonesia, bulan Desember 2013 tercatat jumlah Bank yang menerapkan prinsip syariah sebanyak 34 bank, dengan rincian Bank Umum Syariah sebanyak 11 bank dan Unit Usaha Syariah sebanyak 23 bank serta ditambah Bank Perkreditan Rakyat syariah sebanyak 163 unit. Pertumbuhan positif Bank Syariah dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel Data Pertumbuhan Jumlah Bank yang menerapkan prinsip syariah

Tahun 2007 s/d 2013

perbankan syariah

 

 

 

 

Sumber : Bank Indonesia (diakses dari file:///C:/Users/UseR/Downloads/statistik-perbankan-syariah-desember-2013.pdf)

Tabel di atas memperlihatkan terjadinya perkembangan yang cukup signifikan pada perbankan syariah, dimana pada tahun 2007 jumlah BUS adalah sebanyak 3 buah dan pada tahun 2013 jumlah BUS meningkat menjadi 11 buah. Namun sejak tahun 2010 tidak terjadi penambahan jumlah Bank Umum Syariah sehingga jumlah Bank Umum Syariah tidak mengalami perubahan sejak tahun 2010.

Sedangkan pada Unit Usaha Syariah terjadi penurunan, dari yang apada tahun 2007 berjumlah 26 unit, pada tahun 2013 menurun menjadi 23 unit. Namun terdapat hal yang berbeda dengan perkembangan BPRS, yaitu terjadi peningkatan yang cukup signifikan dari 114 pada tahun 2007 menjadi 163 tahun 2013

Pertumbuhan Lembaga Keuangan Syariah baik itu bank maupun non bank diharapkan mampu mendorong semakin meningkatnya ekonomi ummat, dimana prinsip keuangan syariah selain menguntungkan juga terdapat prinsip sosial. Inilah perbedaan signifikan antara Bank Syariah dengan Bank Konvensional, dimana bank konvensional hanya meraih profit sedangkan bank syariah tidak hanya profit tapi juga menolong sesama.

 

Selain dari Bank Syariah dan Bank Perkreditan Rakyat Syariah, masih terdapat lembaga keuangan berbasis syariah yaitu KJKS (Koperasi Jasa Keuangan Syariah), Dimana terdapat perbedaan antara Bank Syariah dan Koperasi syariah.

  1. Definisi

Pengertian Bank menurut UU No 10 tahun 1998 tentang perbankan adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

Sedangkan menurut UU No 25 Tahun 1992 tentang koperasi, yaitu badan usaha yang beranggotakan orang perorang atau badan hukum yang beranggotakan orang perorang atau badan hukum dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat berdasar atas azas kekeluargaan

  1. Bentuk Usaha

Bank syariah berbentuk Perseroan Terbatas dan Koperasi syariah berbadan hukum Koperasi yang ditunjukan dengan akta pendirian koperasi oleh notaris berdasarkan surat rekomendasi pemerintah setempat.

  1. Organisasi

Koperasi syariah adalah organisasi yang mempunyai kepentingan yang sama bagi para anggotanya. Dalam melaksanakan usahanya, kekuatan tertinggi pada koperasi terletak di tangan anggota, sedangkan bank syariah, anggotanya terbatas kepada orang yang memiliki modal, dan dalam pelaksanaannya kegiatannya kekuasaan tertinggi berada pada pemilik modal usaha.

  1. Lingkup Usaha

Koperasi syariah bertujuan untuk memenuhi kebutuhan bagi para anggotanya, sedangkan bank syariah memenuhi kebutuhan khalayak ramai

  1. Pengelolaan Usaha

Pengelolaan usaha koperasi dilakukan secara terbuka, sedangkan badan usaha bukan koperasi pengelolaan usahanya dilakukan secara tertutup.

  1. Pembinaan pemerintah

Bank syariah berada dibawah pembinaan dan pengawasan dari Bank Indonesia sedangkan Koperasi Syariah berada dalam pembinaan dan pengawasan Kementerian Koperasi dan UKM dibantu dengan Dinas terkait.

Dari perbedaan di atas maka terlihat jelas perbedaan antara Bank Syariah dan Koperasi Syariah, namun dibalik perbedaan itu terdapat persamaan antara keduanya yaitu

  1. Sama-sama menerapkan prinsip keuangan berlandaskan al-Qur’an dan Hadits
  2. Sama-sama memiliki pengawas syariah
  3. Sama-sama memiliki fungsi sosial dan tolong menolong.

Harapan kita bahwa untuk kedepannya semakin meningkatnya kualitas dan kuantitas lembaga yang menerapkan prinsip keuangan syariah, sehingga semakin meminimalisir praktek riba/bunga yang terjadi di masyarakat.

Iklan

Tentang riandysyarif

Saya orang yang simple dengan ide yang simple demi tujuan yang luar biasa
Pos ini dipublikasikan di Auditor. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s