MEMANFAATKAN KOPERASI PERKEBUNAN SEBAGAI MEDIA PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT LOKAL YANG BERSINERGI DENGAN PEMBANGUNAN PERKEBUNAN DI KALIMANTAN BARAT.

Oleh : Riandy Syarif, SE, ME

  1. Pendahuluan

Dalam perekonomian Indonesia, sektor pertanian merupakan sektor utama yang memberikan kontribusi bagi perekonomian negara, dimana subsektor perkebunan menjadi penyokong utama sektor pertanian. Di beberapa wilayah di Indonesia subsektor perkebunan telah menggerakkan perekonomian masyarakat, membuka lapangan pekerjaan, memberikan akses jalan bagi masyarakat di tempat yang sebelumnya sulit terjangkau, menyerap tenaga kerja dan juga memberikan kontribusi dalam penerimaan pajak di daerah.  komoditas kelapa sawit memegang peran yang cukup strategis karena komoditas ini mempunyai prospek yang cukup cerah sebagai sumber devisa. Disamping itu minyak sawit merupakan bahan baku utama minyak goreng yang banyak dipakai diseluruh dunia, sehingga secara terus menerus mampu menjaga stabilitas harga minyak sawit.

Provinsi Kalimantan Barat memiliki potensi sumberdaya lahan yang potensial dimana sektor perkebunan adalah pemanfaat ruang terbesar bagi Perkebunan besar Swasta/Perusahaan Besar Nasional maupun Perkebunan Rakyat, dengan total luas lahan 530.575 Ha, dimana sub sektor perkebunan khususnya kelapa sawit merupakan penyerap terbesar investasi di Kalimantan Barat, terutama diwilayah perbatasan. Sebaran penggunaan lahan sawit di Kalimantan Barat adalah sebagai berikut :

 

Tabel Luas Lahan Perkebunan Kelapa Sawit di Kalimantan Barat Tahun 2010

No Kabupaten/ Kota Luas Lahan
1. Kabupaten Bengkayang 3.915 Ha
2. Kabupaten Kapuas Hulu 10.446 Ha
3. Kabupaten Ketapang 49.936 Ha
4. Kabupaten Kubu Raya 1.862 Ha
5. Kabupaten Landak 10.759 Ha
6. Kabupaten Melawi 6.404 Ha
7. Kabupaten Pontianak 164 Ha
8. Kabupaten Sambas 8.037 Ha
9. Kabupaten Sanggau 63.238 Ha
10. Kabupaten Sekadau 24.634 Ha
11. Kabupaten Sintang 19.046 Ha
12. Kabupaten Singkawang 1.260 Ha
  TOTAL 530.575 Ha

Sumber : http://www.kalbarprov.go.id

Begitu potensialnya perkebunan di wilayah Kalimantan Barat, sudah seharusnya mendorong Pemerintah daerah untuk dapat mengelola dan meningkatkan pembangunan perkebunan. Pembangunan Perkebunan merupakan bagian integral dari pembangunan daerah, dimana pembangunan perkebunan menyentuh langsung pada masyarakat dan mampu menjadi penyokong perekonomian pedesaan. Akan tetapi perubahan kearah perbaikan pengembangan perkebunan dapat terkendala oleh faktor teknis, alam dan permodalan yang dimiliki pelaku usaha perkebunan. Aspek-aspek yang menjadi pertimbangan adalah bagaimana meminimalisir akibat yang ditimbulkan dari adanya dampak-dampak negatif yang diakibatkan dalam pengelolaan usaha perkebunan.

Pembangunan sektor Perkebunan dapat mengakibatkan adanya perubahan lingkungan, sosial budaya, dan ekonomi bagi berbagai pihak. Proses pengembangan dan  investasi bidang perkebunan yang kurang memperhatikan faktor lingkungan dan sosial dapat menimbulkan konflik yang berkepanjangan dan menjadi suatu hal yang bila terus dibiarkan akan menjadi sumber persoalan di waktu yang akan datang. Sebagai akibat dari dampak-dampak negatif tersebut adalah terganggunya kinerja Pemerintah, Perusahaan dan kegiatan masyarakat.

  1. Permasalahan

Kekurangberdayaan masyarakat menghadapi perkembangan perkebunan menyebabkan lambannya adaptasi masyarakat terhadap perubahan yang terjadi, sehingga dapat menyebabkan kesenjangan ekonomi yang semakin meluas antara masyarakat lokal dengan masyarakat pendatang yang menjadi bagian dari perusahaan besar, yang pada gilirannya dapat berujung pada konflik sosial yang berkepanjangan. Konflik sosial yang terjadi dan tidak terkelola dapat berdampak pada lemahnya produktivitas masyarakat maupun investasi, karena iklim lingkungan sosial yang tidak kondusif. Sehingga dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan kemajuan kalimantan Barat.

Oleh karena itu, pemberdayaan masyarakat dapat menjadi salah satu solusi konflik yang efektif di Kalimantan Barat. Bila potensi konflik sosial bila dapat dikelola dengan baik dan bersinergi dengan masyarakat lokal akan memberikan dampak positif bagi upaya mewujudkan kesejahteraan sosial, namun bila kurang mampu mengelolanya maka dapat berdampak buruk bagi kedamaian, keserasian kehidupan sosial di kawasan tersebut.

  1. Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Koperasi Perkebunan

Untuk menciptakan sinergitas dalam usaha membangun dan mengembangkan perkebunan di Kalimantan Barat perlu adanya pihak yang menjembatani antara kepentingan bisnis perusahaan dan kepentingan masyarakat. Dalam hal ini, peran pemerintah diharapkan maksimal untuk memberdayakan masyarakat, sehingga perhatian pemerintah dapat dirasakan manfaatnya oleh mereka. Setidaknya ada tiga peluang yang dapat dilakukan untuk memaksimalkan pemberdayaan masyarakat, yaitu :

  1. Kerjasama dalam memanfaatkan Dana CSR (Corporate Social Responsibility) untuk membangun masyarakat baik dari segi pendidikan maupun pendapatan dan mata pencaharian yang berkelanjutan.
  2. Memaksimalkan peran penyuluh pertanian/ perkebunan untuk membina masyarakat.
  3. Memanfaatkan keberadaan lembaga perguruan tinggi dan LSM melalui pengembangan kemitraan sinergis antara peran Pemerintah Daerah, Swasta, Masyarakat dan Perguruan Tinggi.

Kesenjangan penghasilan dan akses sumber ekonomi menjadi salah satu faktor penyebab utama konflik antara masyarakat lokal dengan perusahaan perkebunan yang paling sering dijumpai di banyak wilayah. Oleh karena itu perlu adanya sebuah sistem yang mampu melibatkan masyarakat untuk berkontribusi membangun dan mendapatkan manfaat dari perkebunan yang dikelola.

Koperasi perkebunan penulis anggap sebagai sebuah solusi atas permasalahan diatas. Karakteristik koperasi yang menjunjung tinggi musyawarah untuk mufakat dan berazas kekeluargaan merupakan sistem yang tepat untuk menfasilitasi antara kepentingan perusahaan dan masyarakat. Dengan modal bersama dan pengelolaan bersama, koperasi perkebunan akan menjadi wadah bagi masyarakat lokal untuk memaksimalkan peluang usaha yang ada serta menjadi fasilitas bagi karyawan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan. Misalnya Unit Simpan Pinjam berfungsi memberikan kemudahan kepada anggota masyarakat yang ingin memulai usaha atau mengembangkan usaha dan Warung Serba Ada yang memberikan kemudahan bagi karyawan yang memerlukan kebutuhan sehari-hari.

GAMBAR POLA HUBUNGAN ANTARA MASYARAKAT, KOPERASI DAN PERUSAHAAN

POLA KOPERASI KEBUN SAWITDengan adanya Badan Usaha Koperasi, maka akan memberikan keuntungan di kedua belah pihak. Bagi masyarakat koperasi dapat bermanfaat antara lain :

  1. Keuntungan/ Sisa hasil Usaha (SHU) Koperasi dapat dirasakan bersama oleh anggota, selain itu SHU juga dapat dialokasikan untuk kegiatan sosial maupun perbaikan infrstruktur desa.
  2. Unit Simpan Pinjam (USP) Koperasi membantu masyarakat dalam hal ini petani plasma untuk memulai atau mengembangkan usaha dari modal pinjaman dengan bunga yang ringan, sehingga tidak memberatkan.
  3. Unit Penjualan Alat-alat pertanian akan memudahkan petani plasma untuk memenuhi kebutuhan peralatan dan perlengkapan yang mendukung aktifitas pengelolaan kebun, baik itu pembayaran cash atau kredit
  4. Koperasi juga dapat memanfaatkan budidaya sapi perkebunan, khususnya perkebunan sawit dimana sapi dipelihara/ digembalakan di wilayah perkebunan sawit. Budidaya ini memberikan keuntungan besar, karena sapi-sapi akan selalu memiliki pasokan makanan, baik itu dari rumput-rumput liar, limbah sawit, pelepah dan lainnya. Disisi lain, kotoran sapi akan menambah unsur hara tanah perkebunan.

Bagi Perusahaan, Koperasi perkebunan menjadi wadah penghubung komunikasi antara masyarakat dengan perusahaan, dengan diberdayakannya masyarakat maka akan menciptakan iklim yang kondusif bagi aktifitas perusahaan. Adapun manfaat yang diterima perusahaan antara lain ; Margin keuntungan dari harga beli dan jual perusahaan terhadap produk perkebunan koperasi/ masyarakat, suasana yang kondusif terhadap aktifitas perusahaan dan manfaat peningkatan unsur hara tanah dari kotoran budidaya sapi.

  1. Kesimpulan

Koperasi perkebunan sebagai salah satu solusi dalam rangka membangun perkebunan yang bersinergi dengan masyarakat, perlu dimanfaatkan secara maksimal. Peran pemerintah diharapkan mampu mendorong perusahaan untuk mau menyalurkan CSR yang dimiliki untuk membangun dan membina koperasi perkebunan. Dengan adanya koperasi perkebunan maka dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan kesejahteraan masyarakat, sehingga lambat laun akan menciptakan iklim yang kondusif untuk investasi dan pada akhirnya akan meningkatkan perekonomian Kalimantan Barat.

Iklan

Tentang riandysyarif

Saya orang yang simple dengan ide yang simple demi tujuan yang luar biasa
Pos ini dipublikasikan di Economic. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s