Cintaku Tertinggal di Paribang

 

Oleh : Riandy Syarif

2 tahun Sembilan bulan sudah kami berdomisili di sebuah Desa kecil Paribang Baru, yang terletak di daerah hulu Kalimantan Barat, tepat nya di Kabupaten Sintang. Selama hampir tiga tahun ini kami dianugerahi dua orang putri yang cantik nan lucu, Kiran Nadiva Syarif dan Gazhiya Andalusia Syarif nama kedua putri kami.

Istriku yang berprofesi sebagai bidan PTT Kemenkes diawal pernikahan kami ditugaskan di desa ini selama tiga tahun. Selama ini banyak sekali suka duka yang kami lalui, Listrik yang sering padam, bahkan pernah Satu minggu padam karena gardu yg terbakar , jalan yang rusak dan becek bahkan mobil pun diawal-awal istri bertugas tidak bisa melewati jalan menuju perkampungan. Terkadang aku heran dengan masyarakat di Jakarta yang begitu meributkan jalan aspal yang berlubang sedikit, padahal kami disini, huuuffff jangankan jalan aspal, jalan tanah yang rata pun sulit didapat. Sehingga hujan yang seharusnya anugerah Allah menjadi momok yang menakutkan dikarenakan dampak pasca hujan yaitu : “JALAN LICIN DAN MELEKAT”. Melekat??? Iya melekat, yaitu tutup lumpur dipenuhi tanah liat kuning yang membuat ban roda depan tidak dapat berputar walaupun digas sekencang-kencangnya. Perlu diketahui bersama, kondisi sarana jalan yang aku ceritakan ini masih lebih baik dari pada didaerah lain.

IMG_20140417_013024

Pernah terlintas pikiran bodoh dalam benakku, mungkin jika Kalimantan Barat dikuasai Malaysia maka sarana-prarana akan lebih baik dari pada saat ini. Tapi sudahlah, aku buang sejauh-jauhnya pikiran itu, aku cukup bahagia dengan kondisi ini, karena akupun hidup dari gaji Pemerintah Republik Indonesia (Maaf Garuda ku, ku akui ku main hati, I love you). Tapi pikiran ini wajar, karena kondisi jalan perbatasan di wilayah Malaysia Jauh Jauh Jauh lebih baik, bahkan pernah dosen ku berkata bahwa jalan yg dibangun Malaysia diwilayah perbatasan itu dapat dilandasi oleh pesawat tempur F-16, dimana jalan mulus dan besar yang mereka bangun bagian dari system pertahanan mereka jika sewaktu-waktu konfrontasi dengan Indonesia, entahlah…

Alhamdulillah, sekarang Indonesia memiliki badan yang khusus mengelola perbatasan, bahkan salah satu Dosen UNTAN yaitu Prof. Dr. Eddy Suratman, MA telah secara khusus melakukan banyak penelitian diwilayah perbatasan, bahkan jargonnya “Wilayah Perbatasan Adalah Beranda Depan Bangsa” membuat kami yang dekat dengan perbatasan berlega hati. Hehehe

Setiap pagi hari tiba, aku bersiap-siap berangkat menuju Kantor, maklum kantor ku terletak jauh dari desa Paribang Baru, kira-kira 30 Km, dan sore nya aku pulang lagi. Itu terus-menerus aku jalani selama ini. Yang membuat sulit adalah ketika hujan, karena jalan yang licin memaksa aku mengurangi laju kendaraan. Jadi tidaklah mengherankan, jika kondisi motorku penuh karat akibat lumpur dan tanah yang menempel tidak langsung dibersihkan. Jika pulang terlalu malam atau mungkin terlalu pagi saat berangkat, Bertemu Ular bahkan hal-hal mistik sudah sering aku alami, yang belum pernah adalah ketemu harta karun dijalan hehehe, semoga suatu saat nanti. Setiap berangkat pagi hari, hati ku terasa sedih meninggalkan anak dan istri di sana, maklum istri sering dipanggil kerumah warga entah itu ada yang melahirkan atau sekedar ingin berobat. Karena kultur warga didesa ini lebih senangnya berobat dirumah sendiri. Jadi setiap pergi kerumah pasien, istriku selalu menitipkan anak ku ditetangga, yaitu Mas Slamet dan Mbak Imur.

Yah begitulah nama tetangga baik kami Mas Slamet dan Mbak Imur, yang Allah bukakan hatinya untuk menjadi saudara baru kami. Dari manyambung listrik kerumah mereka, air sumur yang dialirkan dari sumur mereka, bahkan hal-hal lain sering sekali mereka membantu kami tanpa pamrih. Alhamdulillah, Allah lah dibalik semua ini, Ya Allah berikan balasan yang terbaik untuk mereka.

Dan saat ini, kontrak kerja istri tinggal 5 bulan lagi, kami belum memutuskan apakah akan memperpanjang kontrak atau pulang ke sintang, tapi yang pasti begitu banyak hikmah yang kami dapatkan selama tinggal di Desa Paribang Baru. Alhamdulillah

 

Iklan

Tentang riandysyarif

Saya orang yang simple dengan ide yang simple demi tujuan yang luar biasa
Pos ini dipublikasikan di Kaca Mata. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s