BERKACA DARI SATUAN PENGAWASAN INTERN DI GARUDA INDONESIA

Oleh: Mukti Rama Utomo, SE. MM

Alhamdulillah, setiap yang Alloh takdirkan tentu memiliki tujuan dan hikmah. Krisis ekonomi yang pernah terjadi di beberapa negara dunia bahkan Indonesia dan Amerika menyadarkan kita bahwa yang menjadi penyebab utamanya adalah rapuhnya fundamental ekonomi yang berakibat munculnya krisis mental. Hikmah dari krisis ekonomi yang hingga kini sesungguhnya belum benar-benar pulih menyadarkan kita akan pentingnya good governance. Ini bukan hanya penting bagi negara berkembang, namun juga negara maju karena economic governance merupakan inti dari sebuah proses pembangunan yang berkelanjutan. Kualitas governance mempunyai dampak yang sangat signifikan terhadap investasi karena pemegang saham lebih menyukai menanamkan saham pada lahan yang memiliki transparansi dan akuntabilitas manajemen yang tinggi. Dengan itu, secara tidak langsung menjamin penggunaan sumber daya secara efektif dan efisien, menumbuhkan kepercayaan investor, menjamin ketaatan aturan dan mengurangi korupsi.


BUMN/BUMD memiliki peranan penting dalam pembangunan ekonomi indonesia. Sayangnya, masih relatif banyak BUMN/BUMD dalam kondisi ekonomi yang tidak sehat. Dalam laporan BPKP, salah satu penyebabnya adalah lemahnya pengendalian internal. Dalam Surat Keputusan Menteri BUMN, disebutkan BUMN menerapkan Good Governance secara konsisten dan menjadi landasan operasional guna mewujudkan nilai bagi pemegang saham dan stakeholder lainnya.
Dalam UU BUMN No. 19 Tahun 2003 disebutkan bahwa BUMN diwajibkan menumbuhkan budaya korporasi dan profesionalisme dengan pembenahan pengurusan dan pengawasan yang berlandaskan prinsip efisiensi dan produktivitas guna meningkatkan kinerja dan value BUMN serta minghindarkan tindakan peng-eksplotasi-an diluar asas tata kelola perusahaan yang baik. Untuk menjamin hal itu, perlu dibangun sistem pengendalian yang baik dan memadai. Sistem pengendalian ini dibangun berdasarkan auditor internal yang berperan mengawasi jalannya kegiatan operasional perusahaan dan memastikan adanya pengamanan seluruh aktiva perusahaan. Selain itu, auditor internal dapat mengambil tindakan pencegahan atas kemungkinan penyimpangan seperti dengan melakukan penyidikan pemalsuan dan melakukan analisa perkembangan terakhir mengenai kelangsungan aktivitas bisnis dan operasional perusahaan. Auditor internal juga harus menjaga hubungan baik dengan auditor eksternal selaku pihak yang lebih dipercaya oleh stakeholders terutama dalam masalah kelayakan pertanggungjawaban manajemen.
PT Garuda Indonesia adalah salah satu perusahaan di Indonesia yang telah memiliki Satuan Pengawasan Internal (SPI). Departemen audit internal di PT. Garuda Indonesia secara struktur berada langsung di bawah Direktur Utama. Selain melakukan audit yang telah terprogram dalam program pengawasan, auditor internal juga melakukan special audit atas permintaan direksi dan unit kerja lain. Secara berkala, Direksi juga mendapat laporan temuan yang belum diselesaikan. Setiap bulan, auditor internal melakukan pertemuan dengan Dewan Komisaris melalui komite audit. Beberapa hal yang dibahas didalam pertemuan antara lain telaah hasil temuan penting hasil pemeriksaan auditor internal maupun eksternal. Untuk temuan yang bersifat kecurangan, maka akan disampaikan kepada pejabat berwenang untuk ditetapkan sanksinya.
Agar temuan dapat ditindaklanjuti oleh auditi, jajaran audit internal PT. Garuda Indonesia telah mengatur mekanismenya, yaitu review berjenjang yang dimulai dari ketua tim, pengawas sampai kepada penanggung jawab audit. Dalam mekanisme ini, temuan sementara akan dikonfirmasikan terlebih dahulu ke level teknis di unit kerja bersangkutan sebelum pada akhirnya dibahas pada level tertinggi pada unit kerja tersebut. Dengan demikian akan diperoleh kesepakatan bahwa hanya rekomendasi yang telah disepakati yang akan ditindaklanjuti. Setelah itu, auditor hanya memonitor kesepakatan tersebut.
Bukan hanya perusahaan pemerintah saja yang memiliki auditor internal, namun perusahaan murni swasta juga memilikinya. Bukan hanya perusahaan milik negara yang berkewajiban melakukan audit internal, perusahaan milik daerah juga harusnya demikian. Sudah saatnya perusahaan daerah meningkatkan pengendaliannya sehingga tumbuh menjadi perusahaan dengan kondisi ekonomi yang sehat, mandiri dan mampu membantu pembangunan daerah. Saatnya membiasakan hal yang benar bukan justru membenarkan kebiasaan. Waullohualam.

Iklan

Tentang riandysyarif

Saya orang yang simple dengan ide yang simple demi tujuan yang luar biasa
Pos ini dipublikasikan di Auditor. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s