In Holiday Inn

Perjalanan itu dimulai pada tanggal 26 Maret 2008. jam 08.00 WIB aku dan keluarga sudah siap menanti jemputan dari travel yang akan membawa kami ke Malaysia. Oh iya, aku berangkat bersama orang tua menggunakan jasa travel, dan perjalanan itu 100% menggunakan uang orang tua hehehehe… PUAS DEH!!! Yah tapi gak apalah kan aku bertugas sebagai pengawal dan sering membantu menghabiskan makanan.. Setelah ditunggu-tunggu ternyata jemputan baru datang jam 09.00 WIB, wah jam karet sekali ya? Apakah ini menjadi ciri khas manusia indonesia seperti yang pernah dibahas dalam buku “manusia indonesia”? semoga tidak. Akhirnya dengan terpaksa kami berangkat telat satu jam dari jadwal, tapi alhamdulillah tidak mengurangi serunya perjalanan itu.

Dalam perjalanan, aku duduk dikursi paling belakang, wah itu benar-benar suatu cobaan berat karena duduk dibelakang akan merasakan lebih kuat merasakan goyangan mobil dibandingkan duduk didepan. Hal itulah yang menyebabkan kepala aku mual dan perut aku pusing… eh gak dunk, kepala pusing dan perut mual sekaligus ingin kebelakang, mungkin karena grogi ya? Tapi  masih untung kami menggunakan mobil kijang innova, orang melayu emang selalu merasa untung walaupun rugi. Kalau tabrakan untung masih hidup, jika kecurian untung gak dibunuh dan lain-lain lah. Ini bisa jadi menggambarkan wujud rasa syukur atas karunia Allah, jadi walaupun musibah menerpa, kita tetap harus tawakal dan bersyukur. Perjalanan kami dari Sintang ke Kuching menghabiskan waktu sekitar 8 jam, cukup lama karena kondisi jalan yang agak rusak dan berlubang. Semoga saja dimasa yang akan datang Kalimatan Barat memiliki jalan yang baik dan tidak rusak kondisinya. Dengan rusaknya jalan, maka berdampak buruk untuk perekonomian Kalbar, investor jadi malas untuk berinvestasi diakibatkan memakan banyak waktu tempuh dan biaya tempuh. Selain itu pengguna jalan banyak yang mengalami kecelakaan, ditambah daya tahan kendaraan pun semakin berkurang gara-gara rusak akibat menambrak lobang dan lain-lain. Terkadang aku iri dengan provinsi lainnya, memiliki akses transportasi yang memadai antar provinsi, seperti jawa barat dan jawa tengah. Sedangkan Kalimantan Barat belum memiliki sarana jalan yang memadai untuk melakukan perjalanan antar provinsi, Walaupun untuk tiga provinsi lain di pulau Kalimantan  sudah memilikinya, seperti Kalteng, kalsel dan kaltim.

Sesampainya diperbatasan Indonesia-Malaysia, waktu menunjukan pukul 16.30 WIB, perjalanan memang dipercepat, khawatir perbatasan ditutup. Oleh karena itu kami belum sempat makan dan sholat, niatnya sih dijamak saja. Tapi ketika itu kami benar-benar dikejar waktu, karena dua kali pemeriksaan akan memakan waktu yang lama. Sehingga sholat aku lakukan didalam mobil saja diujung waktu yang tersisa. Saat pemeriksaan, ternyata Malaysia memiliki peraturan bahwa kaca mobil diwajibkan bening dan gak boleh gelap. Oleh karena itu mobil kami yang memiliki kaca gelap diharuskan merobek plastik gelap yang menempel dikaca. Wah benar-benar merepotkan dan menyebalkan, setelah itu baru kami melanjutkan perjalanan. selang beberapa menit perjalanan, aku terpana dengan kondisi jalan di Malaysia, Baguuuuusssss….. sekali, mulus hampir tak ada gelombang. Mungkin bagi masyarakat Kalimantan Barat, jalan bagus dan mulus itu masih mimpi.. Mimpi??? iya mimpi!!. Jalan di sini rusak dan berlobang, bahkan ada wilayah yang belum ada akses jalan darat. Oleh karena itu jangan heran bila orang Kalbar bila berjumpa jalan bagus maka mereka akan menggeber kendaraan mereka, karena terbiasa pelan karena jalan penuh lubang. Benar-benar perbandingan yang mencengangkan, Malaysia menyediakan jalan yang terawat baik walaupun berada dalam hutan diperbatasan. Seharusnya Mindset “Perbatasan adalah beranda depan negara kita” harus benar-benar diterapkan oleh Republik Tercinta ini. Ibarat rumah, Teras adalah bagian pertama yang dilihat orang, malu doooong kalau teras kita jelek dan kotor. Nah, begitu pula dengan Beranda depan kita di perbatasan antar negara. Konon kabarnya, jalan mulus dan rata yang dibuat Malaysia di wilayah perbatasan jjuga berfungsi sebagai sarana pertahanan, yaitu untuk mendaratkan pesawat tempur jika sewaktu-waktu terjadi konfrontasi dengan Indonesia. Wallahu a’lam.

Lanjut lagi, sesampai di Kuching, kami menginap di Hotel “Holiday Inn”, tepat di jantung kota Kuching. Ada pengalaman menarik yang aku alami, saat ingin Qiyamul Lail sekitar jam 02.00, iseng-iseng aku melihat ke arah jalan melalui jendela kamar. Di sana terlihat Traffic Light yang disaat itu lampu merahnya sedang menyala tanda berhenti, tak lama ada sebuah mobil yang datang. Kemudian ternyata mobil itu BERHENTI, masya Allah disaat sepi, tidak ada polisi yang bertugas mobil itu tetap taat peraturan. Awalnya aku berpikir mungkin ada CCTV, namun itu aku tepis setelah mendengar cerita bahwa dari dulu sebelum ada CCTV pun, masyarakat Malaysia telah terbiasa tertib. Perjalanan esoknya kami lanjutkan ke Kuala Lumpur, Masya Allah banyak hal yang menakjubkan selama di sana.

Harus ku akui, Malaysia secara tata kota, Infrastruktur dan penegakan peraturan lebih baik dari Indonesia. Kota yang bersih, tertib, rapi, infra struktur. Namun selama beberapa hari di Negeri Jiran ini, ada yang tidak aku temukan kecuali di indonesia, yaitu Sikap Ramah bersahabat dan sopan santun. Di malaysia orang nya kasar, tidak bersahabat dan jarang senyum, namun saat aku tiba kembali di Indonesia, aku rasakan kehangatan sejati dari masyarakat Indonesia. Sambil menunggu proses administrasi di Border perbatasan, aku habiskan waktu untuk berbincang-bincang dengan penjual jasa tukar uang ringgit. Kami saling bercanda, tersenyum dan memperhatikan satu dengan lain.

Indonesia… I LOVE YOU

NB : Seluruh Foto hasil jepretan selama di Malaysia Hilang

Iklan

Tentang riandysyarif

Saya orang yang simple dengan ide yang simple demi tujuan yang luar biasa
Pos ini dipublikasikan di Kaca Mata. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s