Kisah Sebuah Tip-ex

Saya pernah membaca sebuah cerita yang bagus dari internet, judulnya “Kisah Sepotong Roti”. Cerita ini mengisahkan tentang seorang wanita yang berprasangka buruk terhadap seseorang yang ternyata tak seburuk yang ia sangka.

Alkisah, seorang wanita menuduh didalam hatinya bahwa orang yang duduk disampingnya telah memakan roti yang dia beli.bahkan roti itu terus dimakan oleh orang itu sampai habis, setiap si wanita memakan sepotong roti, maka orang itu pun memakan roti juga. Ironisnya, sampai satu roti terakhir yang tersisa pun akhirnya diambil dan dibagi dua oleh orang itu. Dengan jengkel, si wanita itu pun meninggalkan orang itu tanpa sepatah kata pun.namun ternyata setelah wanita itu membuka tas nya, ternyata roti si wanita itu masih utuh dan terbungkus rapi. So…Yang dimakan tadi adalah roti orang itu, bahkan orang tadi pun tanpa keberatan malah membagi roti terakhir kepada wanita itu.

Ternyata saya mengalami kisah yang hampir mirip dengan kisah diatas, tapi objek utama buka “roti” tetapi “Tip-ex”. Ini berawal saat saya sedang ujian mid semester di Magister Ekonomi UNTAN, kebetulan saya duduk disamping seorang wanita, katakanlah namanya miss “fulanah”. Saat ujian hari pertama, saya sempat meminjam Tip-ex kepada miss “fulanah” itu. Namun dihari kedua ujian, saya sudah mempersiapkan Tip-ex, dengan membeli sendiri dipagi hari sebelum ujian. saya merasa tidak enak jika merepotkan orang lain dengan meminjam terus. Dan saya juga membeli tip-ex yang serupa dengan kepunyaan miss”fulanah”. Nah disaat ujian, tip-ex miss”fulanah” ternyata dipinjam oleh teman yang duduk nya jauh dibelakang miss “fulanah”, dan tip-ex itu pun tidak segera dikembalikan. Saat miss “fulanah” memerlukan tip-ex, matanya tertuju pada tip-ex milik Saya,dan kebetulan saya duduk didekatnya. Ternyata miss “fulanah” mengira itu adalah tip-ex kepunyaan nya.

Awalnya miss “fulanah” meminta nya dengan baik-baik, karena sering dipinjam teman-teman, tip-ex itu berpindah dan selalu berakhir dimeja saya (kasihan ya, mahasiswa S2 kurang modal hihihihihi), yah….otomatis saya pun hanya meletakkan dimeja saya. Namun ternyata miss”fulanah” yang menyangka itu tip-ex miliknya, kurang senang dengan tabiat saya yang dianggap tidak segera mengembalikan. Sehingga setiap beliau ingin menggunakan tip-ex itu, beliau tidak lagi memintanyanya baik-baik, tapi berdiri dan langsung merampas tip-ex itu dengan wajah ditekuk. Dan itu terjadi berkali-kali, saya pun terkaget-kaget melihatnya. Memang saya menyadari, sepertinya beliau marah karena tip-ex yang dikira miliknya tidak saya kembalikan, sedangkan beliau memerlukannya. Tapi karena sibuk mengerjakan ujian, jadi saya biarkan saja.hingga ujian berakhir, tip-ex itu digunakannya bahkan waktu akan keluar ruangan miss “fulanah” memasukkan tip-ex itu ke dalam tas nya.

Berbagai prasangka buruk sering hinggap dihati kita, entah sudah berapa banyak sahabat, saudara atau bahkan orang yang tidak kita kenal telah menjadi korban prasangka buruk yang kita lakukan…..

Setelah ujian berakhir, saya coba menanyakan tip-ex saya yang digunakannya. “maaf bu, tip-ex saya tadi ibu yang pakai ya?boleh saya minta?”. Miss “fulanah” pun terkejut seraya berkata “ah masa sih ini tip-ex adik? Lalu tip-ex saya mana?”. Lalu beliau pun menoleh ke sekelilingnya, dan akhirnya dia menyadari bahwa tip-ex nya berada di meja teman yang lain. Lalu sambil mengeluarkan tip-ex itu, dia meminta maaf atas kekhilafannya.

Allah berfirman : “Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah oleh kalian kebanyakan dari persangkaan (zhan) karena sesungguhnya sebagian dari persangkaan itu merupakan dosa.” (Al-Hujurat: 12)

Dalam ayat di atas, Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan untuk menjauhi kebanyakan dari prasangka dan tidak mengatakan agar kita menjauhi semua prasangka. Karena memang prasangka yang dibangun di atas suatu qarinah (tanda-tanda yang menunjukkan ke arah tersebut) tidaklah terlarang. Hal itu merupakan tabiat manusia. Bila ia mendapatkan qarinah yang kuat maka timbullah zhannya, apakah zhan yang baik ataupun yang tidak baik. Yang namanya manusia memang mau tidak mau akan tunduk menuruti qarinah yang ada. Yang seperti ini tidak apa-apa. Yang terlarang adalah berprasangka semata-mata tanpa ada qarinah. Inilah zhan yang diperingatkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan dinyatakan oleh beliau sebagai pembicaraan yang paling dusta. (Syarhu Riyadhis Shalihin, 3/191)

Disini bukan berarti miss “fulanah” tidak baik dan saya baik, jika saya diposisi miss’Fulanah” bisa jadi saya akan melakukan hal yang sama. Tapi kisah ini saya ambil hikmah nya aja, yaitu jangan berprasangka buruk kepada orang lain. Eh tetapi, jangan-jangan malah saya yang berprasangka kepada miss “fulanah” ya???? Wallahu’alam

Iklan

Tentang riandysyarif

Saya orang yang simple dengan ide yang simple demi tujuan yang luar biasa
Pos ini dipublikasikan di Spiritual Journey. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Kisah Sebuah Tip-ex

  1. eva purnamasari berkata:

    wah.. udah di upload rupanya ya kisah ini,.. mudah2an kita tidak termasuk orang2 yang mudah berburuk sangka..

    ——————————————————————–
    riandysyarif :
    ammiiin…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s