Al-Iqtishad, Musholla Tercinta (untold story)

Oleh : Riandy Syarif

Ukurannya mungil dan tampilannya juga biasa, tapi manfaatnya luar biasa. Itulah gambaran sekilas yang

musholla1terlintas kembali dalam hati saat beberapa waktu yang lalu mengunjungi nya, yaitu Musholla Al-Iqtishad. Bangunan ini terletak disebelah kiri depan Fakultas Ekonomi Untan, tampilannya unik, seperti keraton kerajaan di zaman dahulu, tampilannya tambah manis berpadu dengan halaman rumput ditemani bunga ditaman mungilnya. Jadi teringat saat dulu ikhwan menanam pakis haji , tumbuh sih iya tapi kerdil gak besar-besar :mrgreen:

Bicara tentang tanaman, Al-Iqtishad memiliki banyak tanaman, diantaranya ada marqisa yang ditanam oleh abang2 senior tapi tidak pernah berbuah hingga akhir hayatnya, Ada bunga didepan jalan masuk yang rajin dipetik oleh akhwat yang merasa senang dengan bunga itu (senang kok dirusak sih?), ada tiang jemuran yang ditanam oleh tiga serangkai penunggu musholla, ada pot bunga pecah yang tidak sengaja tertanam oleh akhwat yang rajin berkebun dan ada juga kayu-kayu yang ditanam secara tidak teratur, pokoknya semua yang bisa ditanam lah!! 🙂 Yah…itulah halaman penuh kenangan, sampai-sampai saya dan akh beni pernah berkhayal untuk melakukan latihan perang sambil merangkak lengkap dengan topeng hitam ala Hamas dihalaman musholla.ck ck ck alasannya sih ingin nakutin musuh, alhamdulillah gak pernah terlaksana… :mrgreen:

Pandangan saya terhenti pada sebuah meja duduk diselasar akhwat, meja itu dulunya sering dipakai oleh pengurus maupun mahasiswa lainnya untuk mengerjakan segala sesuatu, dari diskusi, syuro hingga mengerjakan tugas. Kalau sore hari bang zul sering memanfaatkannya untuk duduk sambil membawa buku sembari makan cemilan, bukunya terbuka tapi mata bang zul malah menerawang ke halaman parkir, hebat ya ? membaca buku tanpa membaca. Selasar itu merupakan rahmat dari Allah, bahkan semut pun sering sekali melintas disekitar selasar itu, atas rasa saling menghormati antara sesama makhluk, maka semut itu kami pelihara dengan membiarkannya membuat sarang, walaupun akhirnya dengan tenangnya sering disapu bersih oleh ukhti Iin dan Tati Qodariah. Innalillahi….:(

Musholla Al-Iqtishad memiliki beberapa ruang penting, pertama perpustakaan, kedua secretariat dan ketiga ruang KWU+muadzin. Masing-masing ruang memiliki fungsi yang berbeda, perpustakaan memuat buku-buku masukan ilmu bagi pengurus, secretariat memiliki segudang arsip penting dan KWU tempat menyimpan barang dagangan. Ruang KWU ini kalau boleh dibilang lebih mirip gudang, kesannya angker, gelap dan berantakan, bahkan didek atasnya sering ada tikus. Namun dengan penuh semangat, ikhwan dan akhwat FKMI Al-Iqtishad bersatu padu berhasil merubah “gudang” itu menjadi “Gudang yang indah”, ya hasilnya tetap aja “gudang”. Oh iya, Al-Iqtishad memiliki kantin mandiri, yang murah meriah. Kantin itu tidak dijaga, pembeli membayar sendiri di box uang dan mengambil kembaliannya juga sendiri. Ini bertujuan untuk melatih kejujuran mahasiswa ekonomi.

Cerita diatas hanyalah penggalan cerita ringan sesaat setelah saya merasakan tarbiyah, dulunya diawal kuliah saya menganggap musholla Al-Iqtishad adalah bangunan yang tidak penting, namun seiring bertambahnya waktu Allah mengubah cara berfikir itu, sehingga sekarang saya berfikir, bahwa Musholla Al-Iqtishad sama pentingnya dengan semua bangunan di fakultas Ekonomi. Melalui musholla itu kami menyeru kebaikan, merancang dakwah, mencegah kemungkaran, menegakkan sholat hingga banyak pengorbanan yang dilakukan demi terwujudnya Ekonomi kampus Beriman. Janganlah kita pernah melupakan kabaikan itu, teruslah memberikan kontribusi kepada Dakwah walaupun generasi penerus tidak meminta.

End Of the Story

Saudaraku Yang dirahmati Allah..
Aku Tidak tahu perasaan apa yang ada dihatimu setelah membaca tulisan ini.
Karena begitu banyak ”kejanggalan” dan kekurangan dalam tulisan ini
Tapi aku yakin ini adalah suatu ikhtiar untuk memperoleh kebaikan dakwah.

Sebuah perenungan kita
Setelah sekian lama bersama berjuang dalam dakwah
Akan datang sebuah malam yang akan mengakhiri episode kebersamaan kita
Yaitu malam saat Allah pisahkan kita dengan jasad ini

Wahai Sahabat…mohon maaf…jika malam itu aku tak bisa menemanimu

Bukan aku tak setia…
Bukan aku berkhianat….
Tapi itulah arti tentang hidup dan kehidupan

Perlu engkau ketahui….
Rasa sayangku padamu lebih dari apa yang kau duga

sampai jumpa sahabatku, semoga kebersamaan yg terjadi ini atas Ridho Allah

Iklan

Tentang riandysyarif

Saya orang yang simple dengan ide yang simple demi tujuan yang luar biasa
Pos ini dipublikasikan di Spiritual Journey. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Al-Iqtishad, Musholla Tercinta (untold story)

  1. hendra rivaie berkata:

    senang nye bise jadi sekum iqtishad… meskipun PAW (penggantian antar waktu)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s