Jamaah Mesjid Al Fajr (4/7) yang berlokasi di jalan Situsari, Buah batu, Kota Bandung menjadi saksi di mana permohonan kepada Allah untuk memperlihatkan mana yang haq dan mana yang batil terjadi.
KH Athian Ali mengatakan dirinya selama berdakwah lebih dari 25 tahun baru kali ini ia mengalami peristiwa yang benar-benar sangat menegangkan. “Kebenaran pasti muncul dan kebatilan itu pasti nyata,” tegas Athian.
Awalnya mubahallah yang dilakukan antara Irena Handono dan Imam Safari, akhirnya menjadi mubahallah antara Irena vs Diki Candra. Sebelum acara digelar, Athian menanyakan kepada Irena apakah akan mencabut tantangannya untuk mubahallah karena resikonya sangat berat. Irena menjawab tidak akan pernah mencabut. Irena hadir dengan suami anak beserta cucunya sedangkan pihak Diki didampingi oleh salah seorang isterinya. Acara tersebut selain dihadiri ketua, sekjen dan pengurus FUUI, juga dihadiri olweh Ketua MUI, KH Kholil Ridwan serta sesepuh FUUI, KH Agus Hakim.
Isi sumpah Diki Candra :”Wallohi. Apa yang telah saya ungkapkan berdasarkan kesaksian Imam Safari itu adalah benar dan bukan fitnah. Saya memohon kepada Allah untuk menunjukkan bahwa saya adalah benar dan bukan fitnah. Semoga Allah melaknat Irena handono dan keluarganya. Jika saya tidak benar maka saya dan keluarga siap mendapat laknat Allah”
Sedang isi sumpah Irena : “Wallohi. Apa yang telah diungkapkan atau dinyatakan Diki Candra berdasarkan kesaksian Imam safari adalah tidak benar dan fitnah. Saya memohon kepada Allah untuk menunjukkan bahwa itu adalah tidak benar. Semoga Allah memberi laknat kepada Diki Candra dan keluarga. Jika saya tidak benar maka saya dan keluarga siap mendapat laknat dari Allah !”
Hanya Allah Yang Maha Mengetahui. Semoga Allah memperlihatkan kebenaran itu kepada kita.
Sabili.co.id
————————————————————————————————————————————————–
Posted by Irvan on 6 Juli 2009 at 17:39
Saya hadir pada acara mubahalah tersebut. Insya Allah umat bisa membaca dari acr tsb siapakah pendusta sebenarnya. Ust. Athian menyebutkan bahwa menurut Diki Candra Imam Safari siap bermubahalah bahkan sumpah yang lebih dari mubahalahpun dia siap dan sesuai surat pernyataan Imam Safari di bagian akhir yang menyatakan siap mempertanggungjawabkan pernyataannya kepada pihak manapun, tetapi kenyataannya Imam Safari tidak hadir, terbukti bahwa Imam Safari adalah pendusta. Dan Diki Candra menyebarkan fitnah yang diucapkan pendusta. Semoga laknat Allah segera turun kepada kedua orang pendusta dan penyebar fitnah ini. Saya menyaksikan sendiri bagaimana Diki Candra membaca teks mubahalahnya dengan penuh keraguan, jauh sekali bila dibandingkan dengan ibu Hj. Irena Handono yang dengan penuh keyakinan dari hatinya mengucapkan sumpah tersebut.
Posted by backbone on 8 Juli 2009 at 02:02
hiiiiii serrram, siapa yah yg bakalan di laknat…?
Posted by Irvan on 8 Juli 2009 at 15:51
Diki Candra, karena mulutnya penuh fitnah dan dusta, kasihan orang-orang bodoh yang mempercayai DC