VLAD TEPEZ III (1431-1476 M) atau Count Dracula selama ini hanya dikenal sebagai tokoh viksi berwujud vampire haus darah ciptaan Bram Stoker. Padahal Dracula merupakan tokoh nyata yang telah melumuri abad pertengahan dengan noda hitam, dimana kisah hidupnya tidak bisa dipisahkan dari perang salib.
Konon kabarnya Dracula hanya bisa dikalahkan dengan salib dan bawang putih. Dengan kedua benda tersebut (vampire yang haus darah) akan lari terbirit-birit. Semua ini hanya kebohongan belaka, wujud usaha barat untuk menutup kebenaran yg sesungguhnya. Sejarah yang kini didominasi oleh barat telah mengaburkan dan menyelewengkan sejarah Dracula. Sosok nyatanya yang kejam dan bengis diubah sedemikian rupa sehingga banyak yg tidak mengetahui siapa sebenarnya Dracula itu. Bahkan pengaburan dan penyelewengan itu juga terjadi pada kisah seputar siapa yang telah membunuh Dracula. hah?!
Tidak benar kalau Dracula dikalahkan oleh salib dan bawang putih. Ia telah dikalah dan dibunuh oleh tebasan pedang pasukan sultan Muhammad II dalam pertempuran di Danau Snagov. Namun sayang sejarah hidup sultan Muhammad II justru tertutupi oleh kisah Dracula yang penuh kebohongan. Kalau Dracula sudah menjadi legenda di seluruh dunia, sultan Muhammad I justru dilupakan, bahkan oleh umat Islam sendiri. ![]()
Para sejarawan memperkirakan korban dari kekejaman DracuLa antara 100.000-500.000 orang yang berasal dari berbagai kalangan. Dracula bisa dikatakan sebagai kreator penyiksaan, metode penyiksaan yang belum pernah ada dia ciptakan untuk memenuhi hasrat gilanya akan darah dan jeritan korba yang sekarat. Metode penyiksaan ala Dracula yang populer dan paling sering digunakan adalah :
“PENYULAAN”
“Sula” merupakan kayu sebesar lengan orang dewasa yang ujungnya runcing. Alat seperti ini digunakann oleh Dracula untuk menusuk seseorang dibagian (maaf) dubur hingga tembus ke kepala.
Biasanya si korban ditidurkan terlentang di atas meja dalam keadaan tanpa busana, kemudian tiga atau empat prajurit memegangi kaki dan tangan korban untuk memudahkan penyulaan. Setelah korban di pegang dengan kuat Dracula akan memasukan sula lewat dubur, tentu saja si korban akan meronta-ronta dan berteriak kesakitan seringkali sampai pingsan berkali-kali karena menahan rasa sakit yang tak terhingga. Tapi Dracula tetap melakukan dengan tenang tanpa menghiraukan teriakan korban yang kesakitan.
Sudah selesaikah ? belum!!
Setelah masuk kedalam badan si korban, sula kemudian dipancangkan keatas tanah. Dalam keadaan tegak lurus ini tubuh korban akan turun dengan pelan mengikuti berat badannya. Sula yang runcing itu akan akan tembus kebagian tubuh korban lainnya seperti jantung dan paru-paru. Kemudian ujung runcing nya akan keluar melalui kepala, mulut, dada, punggung atau tenggorokan.
Korban yang disula akan mati secara perlahan-lahan. Setiap inci sula yang masuk kedalam tubuh menimbulkan rasa sakit yang luar biasa. Diatas sula mereka akan bergerak kesana kemari menahan rasa sakit yang begitu pelan-pelan datangnya. Sementara itu, Dracula duduk tenang di depan meja sambil menikmati makanan dan minuman dengan wajah yang penuh kegembiraan. grrr….
Kekejaman diatas hanya sebagian kecil dari sekian banyak kekejaman yang telah dilakukan oleh Dracula. Selama ini, kekejaman Dracula ditutup rapat oleh dunia barat.